(must read!) Hindari Pemberian Hati Pada Anjing

Semua orang tahu kalau hati sapi atau hati ayam sangat disukai oleh anjing. Orang lebih memilih memberikan makan anjingnya dengan hati ayam atau hati sapi karena harganya lebih murah daripada daging, apalagi anjingnya selalu menghabisi porsi makanannya jika diberi hati ayam atau sapi.

Tapi, tahukah anda kalau pemberian makan dengan hati ayam atau sapi secara rutin atau sering dapat merusak kesehatan tubuh anjing?. Ada pendapat yang mengatakan karena protein pada hati sangat tinggi sehingga dapat merusak kinerja ginjal. Mungkin saja pendapat tersebut benar tapi sebaiknya kita mengetahui kandungan gizi dan racun yang ada pada hati ayam atau sapi.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswi ilmu kedokteran hewan IPB yang sedang menyusun skripsi, ternyata banyak penyebab dari kematian anjing diusia 5 tahun keatas di Indonesia  adalah karena kerusakan hati, ginjal dan jantung.

Kandungan gizi pada hati per 100 gram:

Air, 73.59 g ,Energi, 125 kcal , Protein, 17.97 g , Total Lemak, 3.86 g , Karbohidrat, 3.42 g , Serat, 0 g , Ampas, 1.17 g, Kalsium 11 mg  Besi 8.56 mg,Magnesium 20 mg , Phosphor 272 mg, Potassium 228 mg , Sodium 79 mg, Seng 3.07 mg, Tembaga 0.395 mg, Mangan 0.258 mg , Selenium 64.1 mcg, Vitamin C 33.8 mg, Thiamin 0.138 mg , Riboflavin 1.963 mg, Niacin 9.25 mg , Asam Pantothenic 9.25 mg, Vitamin B-6 0.76 mg , Folate 738 mcg, Vitamin B-12  22.98 mcg, Vitamin A, 20549 IU, Vitamin A, RE, 6165 mcg_RE, Vitamin E, 1.44 mg_ATE.

Seharusnya jika melihat kandungan protein pada hati yang hanya 17,97 gram / 100 gram (17,97%), tidak terlalu tinggi untuk kebutuhan protein seekor anjing. Rata-rata kebutuhan protein pada anjing yang hidup diiklim tropis seperti Indonesia berkisar antara 20-25 %. Jadi, apa penyebab kerusakan ginjal pada anjing yang sering diberi makan hati?, mungkin ada baiknya kalau kita juga mengetahui kandungan racun yang ada didalam organ hati yang ditemukan dari hasil penelitian pada tahun 2003 oleh Rusiana dan DN Iswarawanti.

Kandungan racun pada hati :

  • antibiotik tylosin
  • penicillin
  • oxytetracycline
  • kanamycin.

Hati ayam broiler yang mengandung antibiotik itu secara berkepanjangan bisa menyebabkan teratogenic effect, carcinogenic effect, mutagenic effect dan resisten terhadap antibiotik sendiri.

Teratogenic effect adalah kandungan antibiotik bisa menyebabkan efek buruk untuk ibu yang mengandung, terutama untuk janinnya. Ibu yang mengandung bisa mengalami keguguran atau bayi yang dilahirkan cacat.

Carcinogenic effect adalah antibiotik yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker.

Mutagenic effect adalah antibiotik dapat menimbulkan mutasi bagi mikroorganisme seperti bakteri.

Antibiotik itu juga bisa menimbulkan alergi seperti menimbulkan bintik-bintik dan gatal-gatal pada kulit.

Dewasa ini, industri peternakan hewan potong cenderung menggunakan obat-obatan kimia untuk mempercepat pertumbuhan hewan potong karena terdesak oleh permintaan dari pasar yang semakin meningkat setiap tahunnya. Mungkin saja, obat-obatan kimia yang digunakan tidak merusak kualitas daging yang dihasilkan tetapi kemungkinan besar hati hewan ternak tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Kenapa? Karena organ hati berfungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh (detok). Obat-obatan kimia yang disuntik pada hewan ternak bersarang di organ hati dan belum sempat dikeluarkan dari dalam tubuh pada saat hewan tersebut disembelih. Di negara maju seperi Amerika, sebagian besar penduduknya sudah tidak mau mengkonsumsi organ tubuh hewan seperti hati, ginjal, atau jantung dengan alasan kesehatan.

Kembali ke masalah kerusakan ginjal pada anjing yang diberi makan hati. Ginjal juga merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin/air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Jika anjing diberi makanan yang banyak mengandung racun seperti hati ayam atau sapi maka kerja ginjal akan menjadi berat.

Efek jangka pendek yang terlihat pada anjing yang diberi makan hati adalah

  • Gatal-gatal pada kulit
  • Muntah
  • Mencret / diare

Efek jangka panjang :

  • Kerusakan pada ginjal
  • Kerusakan pada hati
  • Kanker
  • Keguguran pada anjing hamil
  • Cacat pada anakan anjing

Produsen dog food ternama juga sudah menghindari pemakaian hati pada produk olahannya. Jikapun masih ada, mereka lebih memilih hati dari hewan yang dibesarkan di peternakan organik. Peternak yang mencap peternakannya organik biasanya menghindari pemakaian obat-obatan kimia atau hormon. Biasanya, harga hewan potong dari peternakan organik  lebih mahal karena pertumbuhan hewan potong tiga kali lipat lebih lama daripada hewan potong yang diberi booster pertumbuhan berat badan.

Sumber :

http://b3d70.wordpress.com
http://www.gizi.net
http://www.asiamaya.com
http://www.depkes.go.id

About infogukguk

Guk! Tempat nongkrong & sharing para #DogLover. Ada info soal dokter hewan, tips merawat anjing, kesehatan anjing dll... :)
This entry was posted in Pengetahuan Anjing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s